DIN: ADA KEPENTINGAN ASING YANG SANGAT KUAT DI PAPUA K

Jakarta, metrosoerya.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menilai ada kepentingan asing yang sangat kuat di Papua.

“Sudah bukan rahasia lagi betapa di Papua itu ada kepentingan asing yang sangat kuat sekali ya, baik segi ekonomi, politik, maupun agama. Ini adalah konsekuensi dari keterbukaan globalisasi,” ucap Din saat dihubungi media di Jakarta, Senin (20/7/2015).

Ia menjelaskan campur tangan pihak asing yang kerap berhimpitan antara bisnis dengan agama merupakan hal yang perlu menjadi faktor utama munculnya permasalahan hidup yang kian pelik menimpa masyarakat Papua, tak terkecuali di Tolikara.

“Betapa Australia, Amerika, termasuk Inggris itu punya kepentingan di Papua. Mereka akan berusaha sekali supaya kepentingan mereka terjaga. Saya kira pemerintah perlu sekali melakukan langkah-langkah preventif,” ujarnya.

Din menegaskan pengaruh-pengaruh yang bersumber dari kekuatan asing harus dibatasi. Papua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tak boleh sejengkalpun lepas.

Terkait dengan pembakaran musala di Tolikara, pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini berharap agar peristiwa serupa tak terjadi di daerah-daerah lainnya di tanah air.

“Kasus Tolikara ini jangan sampai merambah dan merembet ke daerah lain. Kita harus punya ketahanan nasional dan daya tahan diri yang kuat,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, Kabupaten Tolikara, Papua, menjadi perhatian setelah pembakaran musala yang terjadi bertepatan pada hari raya Idul Fitri, Jumat (17/7/2015).

Nama Kabupaten Tolikara pun rupanya memiliki makna penting. Mengutip dari situs Kabupaten Tolikara, tolikarab.go.id., Sabtu (18/7/2015), nama Tolikara merepresentasikan kemajemukan masalah hidup warga sekitar. “Jeritan itu diabadikan dalam sebuah akronim Tolikara, Tolong Lihat Kami Ini Rakyat,” demikian yang tertulis disana.

Adapun sejak distrik Karubaga terbentuk, pembangunan di semua sektor tak mengalami perubahan dan mengalami ketertinggalan dikarenakan distrik tersebut jauh dari kendali pembangunan Kabupaten Jayawijaya. Hingga Tolikara dimekarkan menjadi kabupaten, wilayah ini dinilai tak mengalami perkembangan berarti. [rok]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *