INILAH TRADISI RUWAH DUSUN DAN BUDAYA ‘MANDI SUCI’ DI CANDI BELAHAN PASURUAN

RUWAH DUSUN

Gempol, metrosoerya.com – Setiap tahun Desa Wonosunyo menyelenggarakan ruwah dusun yang diselenggarakan di Candi Belahan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada hari minggu siang (3/9). Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Saleh, Camat Gempol H. M. Ridwan, Sekcam Gempol H. M Nasir, perwakilan Polsek dan Koramil Gempol serta masyarakat setempat.

candi belahan 2

Acara ini diawali dengan arak-arakan hasil bumi Desa Wonosunyo dimulai dari kediaman Kasun Belahan Jowo menuju Candi Belahan. Setelah sampai ditempat tersebut, hasil bumi tadi diperebutkan oleh warga beramai-ramai. Hanya dalam hitungan detik, hasil bumi tersebut habis. Kemudian dilanjutkan dengan mandi suci di Petirtaan  Belahan, yang dilaksanakan oleh pemangku adat yaitu Notosari dan 5 orang dayang. Diantaranya ialah 4 dayang membawa bunga setaman dan seorang dayang lagi membawa satu bokor.

Dalam sambutannya Kades Saleh berharap ditahun ini tidak ada bencana, diberi rizqi yang melimpah dan tahun yang akan datang ruwah dusun ini lebih ramai lagi. “Saya berterimakasih atas dukungan semua warga hingga terselenggaranya acara ini dengan baik”, ungkap Saleh.

Sementara itu Camat Gempol H. M. Ridwan dalam sambutannya mengapresiasi keiatan ini sangat positif, karena untuk mengembangkan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita. “Oleh karena itu ini perlu dilestarikan, perlu saya sampaikan insya Alloh pemerintah daerah nanti akan mengembangkan pusat wisata yang ada di Kecamatan Gempol”, ungkap Ridwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *