POLITISI PKS PASURUAN INI SOROTI MASALAH PENDIDIKAN DIMASA PANDEMI

covid19, pendidikan, metrosoerya, erita, kabpasuruan, pasuruan, kab, belajar darirumah, online, internet

Bangil, metrosoerya- Sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mulai Senin (16/3) meliburkan sekolah, dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA hingga Senin (30/3). Langkah itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19 di lingkungan lembaga pendidikan.

Sebagai gantinya, pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah diubah menjadi di rumah. Siswa tetap mengerjakan semua tugas sekolah meski berada di rumah. Orang tua yang juga bekerja dari rumah diminta untuk mengawasi proses belajar anak selama berada di rumah.Meski terlihat menyenangkan, pembelajaran di rumah bukanlah sesuatu yang mudah bagi para orang tua.

Sehubungan dengan hal itu, metrosoerya berkesempatan berdiskusi dan meminta pendapat Muhammad Zaini, disela-sela kesibukannya melakukan tugas sebagai ketua pansus covid 19 DPRD Kabupaten Pasuruan.

Mengawali diskusi kami tentang pentingnya perhatian pemerintah mengenai pendidikan, Politisi PKS Kabupaten Pasuruan ini prihatin karena masalah pendidikan masih belum mendapatkan perhatian yang sangat serius.

“Yang jelas pendidikan hari ini belum mendapatkan perhatian yang semestinya dari alokasi anggaran pemerintah. Masing-masing sekolah mempersepsikan belajar dari rumah atau BDR dengan pemahaman dan kemampuan masing-masing sekolah, belum ada juklak resmi dari pemerintah. Padahal sektor pendidikan tidak kalah pentingnya dengan kesehatan dan ekonomi karena menyangkut anak bangsa yang akan memegang tongkat estafet berikutnya untuk memajukan bangsa,” jelas M. Zaini

Saat membahas mengenai dukungan dana untuk pendidikan khususnya di Kabupaten Pasuruan, M. Zaini menjelaskan bahwa dukungan anggaran seharusnya diarahkan untuk mendukung program-program pendidikan semisal akses intermet gratis dukungan anggaran pembelian hp untuk anak warga miskin, pelatihan pendidikan daring untuk guru-guru, dan lain-lain.

“Dan untuk guru-guru pesan saya tetaplah sungguh-sungguh, penuh semangat dan sabar menjalani BDR (belajar dari rumah) ini. Harus juga siap melayani siswa diluar jam kerja seperti pada umumnya kita belerja dan kita semuanya harus siap bekerja extraordinary karena memang sekarang dihadapkan pada keadaan yang diluar kebiasaan dan serba tdk ideal,” imbuh pria yang juga sekretaris komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan ini.

“ Terakhir, saya berharap untuk semua sekolah dan para guru-guru di kabupaten pasuruan harus menyesuaikan dengan pola pembelajaran di rumah, belajar cepat tentang teknologi, terus berusaha menemukan inovasi berkaitan dengan metode pembelajaran, tetap fokus pada penuntasan kurikulum diknas, siap pembelajaran diluar jam kerja, dan semoga sukses selalu untuk semuanya,” pungkas M. Zaini mengakhiri diskusi dengan metroserya. (duro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *