PROFILE DESA CARAT KABUPATEN PASURUAN

Pasuruan, metrosoerya.com pesuruan – Setiap desa sudah tentu mempunyai ciri khas tertentu, entah itu seni, budaya ataupun kekayaan alam. Seperti di desa Carat, Gempol Pasuruan. Tidak banyak cerita mengenai desa ini yang mempunyai hanya dua dusun, yaitu dusun Carat dan dusun Raos Baru. Desa ini mempunya sebuah sumur lantung (aspal) yang terletak di tengah-tengah perkebunan dan aktif pada zaman penjajahan Belanda. Kemudian setelah zaman kemerdekaan sumur ini tidak aktif sampai saat ini. Didalam sumur lantung ini juga terdapat kandungan minyak. Sebelum ada pengeboran LAPINDO, lantung di sumur ini banyak sekali, tetapi sesudah ada pengeboran tersebut, lantung ini mulai susut, jelas Taram seorang Kaur Tehnik di desa ini.

Desa Carat ini dipimpin oleh seorang Kepala Desa H. Abdul Rochman, tetapi sayang sekali saat metrosoerya.com berkunjung ke kantor desa beliau tidak hadir, dikarenakan masih ada kepentingan keluarga di luar kota. Penduduk desa ini ada 6532 jiwa, terdiri dari laki-laki 3218 dan perempuan 3314. Untuk RW ada 8, RT 29, jumlah Kepala Keluarga 1628 dan jumlah pemilih 4039. Luas wilayah 382 hektar, sebelah barat berbatasan dengan desa Watu Kosek, sebelah selatan berbatasan dengan desa Bulusari, sebelah timur berbatasan dengan desa Kejapanan dan sebelah utara adalah sungai Porong, yaitu batas Kabupaten Sidoarjo.
Ada juga Situs Raos Pacinan di desa ini dengan kondisi jalan dan situs yang sangat memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Dinas Pariwisata Pasuruan harus memperhatikan situs sejarah ini. Pekerjaan penduduk desa Carat sebagian besar adalah petani dan karyawan pabrik. Untuk keamanan desa baru-baru ini ada tambahan personil dari Polres Pasuruan ditempatkan di sebelah Gunung Perahu. Disebelah selatan kantor desa juga ada gudang peluru milik Kodam, jadi bila ada apa-apa bisa dikoordinasikan dengan aparat-aparat pemerintah tersebut. (dndg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *