QATAR TEGAR, SAUDI DIRUDUNG MALU

raja salman bin abd aziz metrosoeryapasuruan

Posted on June 18, 2017 by admin

By: Nandang Burhanudin

(1)
“Apa sikap Anda Tuan, berpihak kepada kami atau kepada Qatar?” Tanya Raja Salman pada PM Pakistan.

(2)
“Kami tidak berpihak pada siapapun. Kami inginkan kebaikan dunia Arab dan Teluk.”

(3)
Di kasus Qatar, Saudi terisolasi. Dunia menolak mengikuti keinginan Saudi. Termasuk Ethiopia yang diiming-imingi duit 80 juta dollar.

(4)
Diplomat Qatar nampak lebih pandai daripada diplomat Saudi. Bisa jadi, diplomat Saudi pun tak terlalu mengerti mengapa harus bermusuhan dengan Qatar.

(5)
Apalagi AS nampak pro Qatar. AS menganggap, kasus Qatar hanya ambisi Trump pribadi bukan kemaslahatan AS secara umum.

(6)
Qatar dibackup Turki,Perancis, Jerman, Inggris. Qatar makin kekar, sedang pengaruh Saudi kini sedikit pudar.

(7)
Ingat, di awal kemunculan Raja Salman. Dunia menanti kebijakan Raja Salman yang pro kemanusiaan dan antipenjajahan.

(8)
Awalnya, alinsi Turki-Saudi-Qatar membuncahkan harapan, Saudi kembali kepada garis lurus sebagai pengawal dua tanah suci umat Islam.

(9)
Sayangnya, emosi jiwa wakil Putera Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman terlalu menggebu. Hingga melabrak tata kelola negara dan tata cara diplomasi internasional.

(10)
Muhammad bin Salman (34 tahun), dengan kekuasaan kekuasaan besar, nampaknya sangat berambisi menjadi raja. Hal ini diamini Ben Zaid, penguasa UAE biang dari masalah di Timteng setelah Yahudi.

(11)
Saudi lupa, tersangka yang merencanakan pembunuhan pada Raja Abdullah kini tinggal di UAE. Komprador pendukung Syiah Houtsi pun tinggal di UAE.

(12)
Selain malu, Saudi pun kehilangan pendapatan milyaran dollar dari transaksi ekspor makanan, buah-buahan, dan sayuran ke Qatar. Turki malah untung.

(13)
Uniknya, Qatar tidak bisa diisolasi penuh. Sebab celah udara masih terbuka, yaitu dengan melewati 3 pulau milik UAE yang dikuasai Iran. Bahkan UAE ketar-ketir, apa jadinya jika Qatar menghentikan pasokan gas ke UAE.

(14)
Jadi brow, kita berharap Saudi tidak mengulangi kesalahan seperti kesalahan Raja Abdullah yang mendukung kudeta dan pembantaian di Mesir. Boleh jadi hanya didasarkan laporan anak buah yang asal-asalan.

(15)
Kasian juga para ulama kerajaan Saudi. Sudah teriak-teriak bahwa embargo atas Qatar sesuai AlQuran dan Sunnah. Eee .. malah kini Saudi yang menanggung amarah rakyat Saudi sendiri.

(16)
Lucu bukan, apa jadinya nasib para pendukung Barcelona di Saudi, UAE, Bahrain? Kebayang pakai kaos saja diancam hukuman 15 tahun penjara dan denda 100.000 real bagi siapapun yang menonton Aljazeera.

(17)
Bahkan Qatar Charity sudah diakui sebagai lembaga kemanusiaan PBB. Kalau Mesir di era AsSisi menjadi ngaco, sangat wajar tentunya. Loh …jangan sampai yang lain ikut-ikutan meracau.

(18)
Bahkan dari 59 nama yang masuk daftar teroris,ada nama Dr. Fuad Beltagi. Ia seorang dokter keluarga Beltagi, yang sejak 2015 mendekam di penjara AsSisi dan selama hidupnya tidak pernah pergi ke Qatar.

(19)
Yang jelas, sesama pendukung AS, Qatar lebih proporsional. Bagi Qatar, keberlimpahan energi adalah senjata untuk membela yang terzhalimi, sesuai kemampunnya.

(20)
Mari terus doakan kebaikan bagi Saudi, UAE,Qatar dan seluruh negeri Muslim. Sebab jika Teluk bermasalah, yang tepuk tangan Israel dan Syiah Iran. Mereka semakin kokoh. Sedangkan dunia Sunni, makih tergopoh.

(21)
Bertaubatlah menuduh IM, Syaikh Al-Qaradhawi serta 58 ulama lainnya sebagai biang teroris. Sebab sejarahnya, terorisme lahir dari gerakan pemberontakan atas Kekhilafahan Utsmani. Kita pun paham siapa pelakunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *