SEBUT WAJAR RUPIAH MELEMAH, PEMERINTAH MENYESATKAN RAKYATNYA

Jakarta, metrosoerya.com pasuruan– Pernyataan pemerintah yang menyebut pelemahan Rupiah hingga Rp 13.200 per Dolar AS adalah hal yang wajar, dinilai Institue for Development of Economics and Finance (Indef) sangat menyesatkan masyarakat.

Direktur Indef, Enny Sri Hartati dalam diskusi Populi Center dan SMART FM 95,9 bertema ‘Hanya Bisa Pasrah Dengan Tertekannya Rupiah?’ di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3), mengatakan pemerintah tak harusnya pasrah dengan anjloknya nilai rupiah. Pemerintah harusnya segera bersikap karena masyarakat kian resah.

“Kita menangkap secara psikologis, kalau masyarakat sudah banyak merasakan begitu gelisah, pengusaha menganggap ancaman. Tapi pemerintah bilang ini masih wajar, jadi pemerintah tidak ada suatu effort. Ini yang dikoreksi terlebih dulu,” papar Enny.

Disambung Enny, meskipun penguatan Dolar AS tidak hanya berdampak terhadap Rupiah, tapi hal tersebut tak dapat dijadikan alasan bagi pemerintah untuk menyebut bahwa melemahnya Rupiah adalah hal wajar, karena negara-negara yang mengalami tekanan lebih dari Rupiah memiliki porsi ekspor hingga diatas 100 persen, sedangkan Indonesia nilai ekspor hanya 30 persen saja.

“Kalau saja Rusia, China, India, Malaysia mengalami pelemahan nilai tukar itu wajar. Karena memang porsi ekspor di atas 100 persen terhadap pendapatan nasional,” tutupnya. (Frida Astuti/buj)

link asli: skala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *